Dari Terjun Gunung ke Paralayang
Salah satu momentum penting perkembangan olahraga dirgantara ini adalah digaungkannya istilah baru Paralayang untuk menggantikan istilah terjun gunung. Peresmian nama ini dilakukan pada saat Eksebisi Gantolle dan Terjun Gunung di Gunung Haruman Garut pada tanggal 22 dan 23 Mei 1993. Pada akhir tahun 1993 terlahir pula PPI (Persatuan Paralayang Indonesia) sebagai organisasi pertama olahraga paralayang di Indonesia.
Pada awal tahun 1994, olahraga paralayang menjadi olahraga binaan FASI saat Rakernas di Lembang Bandung di bawah Pusat Gantolle Indonesia (PGI). Hertriono Kartowisastro yang sudah menjadi penggiat FASI sebelumnya menjadi salah satu pendorongnya. Pada awal tahun ini pula terselenggara kejuaraan ketepatan mendarat paralayang pertama kali di Puncak Bogor. Pada tahun 1995, kejuaraan nasional paralayang pertama dilaksanakan di Wonogiri dan Kemuning dengan peserta nasional sekitar 20 orang.
Pada tahun 1996 akhirnya paralayang resmi menjadi bagian dari FASI. Organisasi PGI dirubah namanya menjadi Pusat Layang Gantung Indonesia (PLGI) pada munas FASI di Lembang. Paralayang resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang sejajar dengan olahraga Gantolle. Dengan adanya pengakuan FASI ini, maka Paralayang menjadi lebih mudah berkembang di waktu-waktu berikutnya.

Komentar
Posting Komentar